ISTRI BIJAKSANA

Setelah pulang ke rumah, sang istri menghapuskan air mata
nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu di dalam otak, ada orang
yang bisa menuangkannya, ada orang yang tidak bisa menuangkannya. Tidak perlu
bersedih karena hal ini. mungkin ada pekerjaan yang lebih cocok untukmu sedang
menantimu."
Kemudian, ia pergi bekerja keluar, juga dipecat oleh bosnya,
karena gerakannya yang lambat. Saat itu sang istri berkata padanya, kegesitan
tangan-kaki setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun
lamanya, dan kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?
Kemudian ia bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun
tidak ada satu pun, semuanya gagal di tengah jalan. Namun, setiap kali ia
pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah
mengeluh. nKetika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkat sedikit
melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu
wicara.
Kemudian, ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya ia
bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di
berbagai kota. Ia sudah menjadi bos yang memiliki harta kekayaan berlimpah. Suatu
hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, bahwa
ketika dirinya sendiri saja sudah merasakan masa depan yang suram, mengapa
engkau tetap begitu percaya kepada ku?
Ternyata jawaban sang istri sangat polos dan sederhana. Sang
istri menjawab: sebidang tanah, tidak cocok untuk menanam gandum, bisa dicoba
menanam kacang, jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, bisa ditanam
buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum
hitam pasti bisa berbunga. karena sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok
untuknya, dan pasti bisa menghasilkan panen dari nya.
Mendengar penjelasan sang istri, ia pun terharu mengeluarkan
air mata. Keyakinan kuat, katabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan
sebutir bibit yang unggul; Semua prestasi pada dirinya, semua adalah keajaiban
berkat bibit unggul yang kukuh sehingga tumbuh dan berkembang menjadi
kenyataan. Di dunia ini tidak ada seorang pun adalah sampah. hanya saja tidak
ditempatkan di posisi yang tepat.
Ayat inti : Yesaya 34 : 4 : Oleh karena engkau
berharga di mataku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau
Tidak seorangpun tidak membutuhkan kasih, penghargaan, dan
penerimaan. Dan jika menuntut semuanya dari manusia, pasti kita kecewa. Siapa
pun, baik pasangan hidup, orang tua, maupun anak-anak kita tidak akan mampu
memberikan penghargaan dan penerimaan apa adanya.
Keberdosan manusia
menyebabkan manusia lebih mudah menuntut dari pada memberi. Itu sebabnya kita
harus menerus mengingat diri kita, bahwa yang dapat memberikan kasih,
penghargaan dan penerimaan sejati, tanpa banyak tututan hanya Tuhan kita, Yesus
Kristus. Kasihnya tidak berubah sekalipun kita berubah. Dia tetap setia,
sekalipun kita tidak setia kasih Kristus itulah yang seharusnya menjadi sumber
harga diri kita. Tiga wanita berikut akan menjadi sumber inspirasi kita agar
menjadi wanita sejati yang penuh harga diri:
·
Hana
dengan masalah kemandualannya (1 Sam 1:1-28). Mudah sekali bagi hana untuk
kehilangan harga diri karena tidak memberikan anak bagi suaminya. Walaupun
suaminya sangat mengasihinya, namun bagi wanita masa itu, jika tidak melahirkan
anak, maka dianggap sebagai aib. Hana memang sempat merasa tidak berharga
karena keadaannya. “Demikanlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana
pergi ke rumah Tuhan, penina menyakiti hati Hana, sehingga ia menangis dan
tidak mau makan.”
kita
gampang sekali merasa kita tidak berharga karena kita merasa ada sesuatu yang
kurang dari hidup kita. Kita merasa tidak memiliki apa yang seharusnya dimiliki
wanita pada umumnya, misalnya,tidak memiliki pasangan hidup, tidak memiliki
anak, tidak memiliki suami yang setia, tidak memiliki anak-anak yang pandai,
tidak memiliki kekayaan yang berlimpah, tidak memiliki wajah yang cantik, dan
tubuh yang seksi. Seperti Hana, kita merasa sakit hati dan paling menderita.
Namun
bersyukurlah kita mengetahui bagaimana Hana bangkit dari keputusasaannya. Dia
percaya bahwa Tuhan yang menciptakannya sangat menghargai dan mau mendengar
seruan doanya: “Ketika perempuan itu terus menerus berdoa… aku mencurahkan isi
hatiku dihadapan Tuhan (1 sam 1:12,15). Hana bahkan bernazar, jika Tuhan
memberikan kepadanya seorang anak laki, dia akan memberikan kepada Tuhan untuk
seumur hidupnya. Harga dirinya sudah tidak bergantung lagi pada anak. Dia siap kehilangan
anak, bahkan ketika Tuhan menganugerahkannya.
Jadikanlah
kekurangan anda untuk mendorong anda mencari Tuhan dengan lebih sungguh dan
rebutlah harga diri yang sesungguhnya di dalam kasih-Nya. Didalam kasih-Nya
kita tidak kekurangan apa-apa. Kita adalah mempelai yang selalu dirindukannya.
·
Kedua,
Abigail dengan suami yang kasar dan bebal (1 sam 25:2-35). Harga diri kita
sebagai seorang istri mudah sekali terinjak-injak oleh kekasaran dan kebebalan
suami kita. Nabal walaupun sangat kaya, dikatakan sangat jahat kelakuannya ia
membalas kebaikan Daud dan tentaranya dengan kejahatan. Ia menolak memberi
makan Daud dan ratusan tentaranya. Kejahatan Nabal memicu kemarahan Daud.
Keputusan sudah diambil untuk memusnahkan Naal beserta seisi rumahnya dan
seluruh laki-laki yang mengikutinya.
Jika kita
memiliki suami yang kasar, jahat dan mau menang sendiri, kita cendrung
kehilangan harga diri. Harga diri kita dilumpuhkan menjadi wanita yang minder,
penuh dengan kepahitan, kemarahan yang terpendam, bahkan menjadi wanita yang
selalu menyalahkan diri sendiri. Saya sering menjumpai istri yang selalu
disalahkan suaminya dan menjadi istri yang lemah dan selalu menuduh dirinya
yang memang salah.
Mari kita
bangkit seperti Abigail yang berani menjadi penolong bagi suaminya (yang
seharusnya tidak layak di tolong). Jika Abigail dipenuhi kebencian terhadap
suaminya, bisa saja ia bersyukur ketika
suaminya kali ini kena batunya. Bisa saja secara diam-diam, ia memang
mengharapkan kematian suaminya. Namun, kita melihat sikap yang luar biasa dari
Abigail. Harga dirinya tidak hancur karena kebengisan suaminya. Dia membuktikan
dirinya sebagai wanita sejati yang penuh harga diri, dia tampil membela suami
dan seisi rumah dan pengikut suaminya. Harga dirinya yang benar mmebuat dia
mampu mengampuni dan membalas kejahatan suami dengan kebaikan. Harga dirinya
yang sejati membuatnya dipenuhi hikmat Allah dan menyentuh hati Daud, sehingga
dia mengurungkan niatnnya untuk membinasakan suami dan seluruh pengikutnya.
Ketiga, Maria dengan tugas yang harus diembannya (Luk
1:26-38). Sebagai seorang wanita yang menjaga kesucian dan kemurnian hidup, ia
sama sekali tidak menyangka ketika suatu hari ia mendengar kabar bahwa ia
dipilih untuk mengandung dari roh kudus, siapa yang bisa mempercayai cerita
tersebut. Bahkan, tunangannya pun diam-diam mau memutuskan hubungan dengannya.
Harga dirinya bisa saja hancur ketika mendengar para tetangga berbisik-bisik
membicarakan keadaannya.
Berapa banyak harga diri kita hancur karena omongan
orang-orang disekitar kita? Kita tidak mungkin bisa memuaskan semua orang.
Maria sangat mengasihi Tuhan. Walaupun ia tidak memahami semuanya, namun dia
mengambil keputusan untuk mempercayai Tuhan dan menyimpan semua perkataan Tuhan
dalam hatinya (Luk 1:38)
Jika kita mau dipakai Tuhan menjadi alat kemuliaan-Nya,
jangan takut dengan perkataan orang. Arahkan hati dan pikiran kita kepada Tuhan
dan rencana-Nya yang agung. Kepercayaan kita terhadap rencananya yang sempurna
membuat kita teguh berdiri, bahkan ditengah badai sekalipun. Jadilah wanita
sejati dengan harga diri yang penuh dalam Kristus. Selamat berjuang.
0 comments:
Post a Comment